Jumat, 03 April 2015

Paulo Coelho : "Bila tak pernah sendirian, mana mungkin kau mengenal dirimu sendiri?"

       Pernahkah kau berkomunikasi dengan dirimu sendiri? Saat ragamu benar-benar sendiri dan ketika kau buka pintu rumahmu yang ada hanya dirimu dan orang-orang asing yang tak kau kenal sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Ya, kau sepenuhnya sendiri dan jauh dari keluarga, sahabat dan semua yang orang yang kau kasihi. Mungkinkah kesendirian itu akan membawamu pada kekosongan jiwa yang membuatmu berasumsi bahwa kau adalah orang paling menyedihkan di dunia sebab kau sendiri? Tapi jika kau mencoba memaknai kesendirian itu dengan membalikkan cara pikirmu mungkin kau akan dapat berkomunikasi dengan dirimu sendiri. sebab komunikasi dengan dirimu sendiri akan lebih efektif jika kau lakukan dalam kesendirian. Sudah pernahkah kau coba? Aku sudah.. dan tahukah kau apa yang terjadi selanjutnya? Ah apa mungkin sebelum ku berlanjut akan jawaban dari pertanyaanku barusan kau pikir aku pasti tipikal ‘orang sinting’ yang sibuk dengan pikiran-pikirannya sendiri dan lalu menuliskan tulisan yang mungkin bagikau tak penting di blog ini, tapi entah kenapa kau tetap terus membacanya. Atau kau sudah ikut-ikutan sinting? 
Maaf membuat kau jadi bingung, kawan. Akan kuberikan jawaban atas pertanyaanku, tahukah kau apa yang terjadi saat aku mencoba berkomunikasi dengan diriku sendiri? Jawabannya adalah Aku mulai mengenali diriku sendiri dalam kesendirianku. Tiada hal yang paling bijak selain mengenali siapa dirimu sendiri sehingga kau lebih bisa mencintai dirimu sendiri terlebih dahulu. Bukan berarti dengan mencintai dirimu sendiri terlebih dahulu membuat kau menjadi egois. Membuat kau menjadi tak peka akan sekitar. Bukan! Mencintai dirimu sendiri adalah berhasil mengalahkan rasa tak yakin akan kemampuan dirimu sendiri sebab segala ketakutan bersumber dari dirimu sendiri, bukan dari kesulitan dan rintangan yang tengah kau hadapi. Jika suatu hari kau kalah, maka janganlah menghukum dirimu sendiri. Dahulu aku termasuk orang yang kerap kali menghukum diriku sendiri akan kekalahan yang kudapat dengan menganggap bahwa aku tak berguna. Tapi aku salah, saat itu aku tidak kalah aku bahkan telah gagal. Kalah dan gagal adalah dua hal yang berbeda tipis pemahamannya. Kalah adalah ketika kau tidak mencapai apa yang kau tuju namun kau tetap berusaha dan percaya bahwa masih ada ‘lain kali’. Menjadi kalah adalah tetap berusaha dan yakin bahwa kau bisa meningkatkan kemampuanmu sembari menunggu dan mencari ‘lain kali’ itu datang. sementara gagal adalah ketika kau tak dapat mencapai tujuanmu dan kau berhenti lalu menganggap bahwa kau memang tak berkompeten. Kekalahan akan berakhir dengan kemenangan dan tiada akhir bagi sebuah kegagalan. Pilihan kini ditanganmu, ditanganku, ditangan kita semua. Menjadi kalah atau gagal?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar