Sabtu, 28 Maret 2015

Celotehan mahasiswa tahun akhir. Mungkin kau pernah memikirkan hal yang sama denganku, sobat?

Malam ini aku dihadapkan pada sebuah hal penting dan sangat krusial dalam hidupku. Aku siapkan secangkir kopi hangat dan segenap hati nurani. Aku putar tembang abadi ku berjudul “No Surprises” yang dinyanyikan oleh salah satu band fenomenal Britania Raya bernama “Radiohead”. Aku menemukan sebuah ketenangan dan perasaan yang special saat mendengarkan lagu ini. Bunyi belira yg  bening..ting..ting...tak hentinya mengalir mengitari pikiran. Sambil aku terus berpikir memaknai liriknya yang keren. Bukan tentang cinta-cintaan atau roman picisan yang sudah terlalu mainstream. Melainkan sebuah pilihan hidup yang akan aku jalani kelak. Entah itu bisa terwujud atau tidak apapun itu saat ini aku tetap fokus kepada sebuah hal yang sangat penting berada dihadapanku kini. Aku intip.. sungguh rumit namun begitu indahnya.. sebuah hal yang kucoba selesaikan selama kurun waktu 2x365 ¼ hari. Sungguh mengesankan.. ini adalah hal yang paling menguras perhatian dan batinku.. lebih dari sekedar pikiran, hal ini sudah nyungsep merongrong masuk pembuluh darahku. Aku tidak mau hal ini kian lama akan membunuhku. Ahh,, tidak mungkinlah..mana mungkin dia tega seperti itu. Semua tergantung pada keyakinan ku saja. Sugesti diriku saja. Saat ini tembang abadiku sudah berdendang tiga kali, membuatku terpikirkan akan sesuatu dan sesuatu itu adalah skripsi. Mengapa harus ada skripsi? Sebagai pembuktian? Penyelesaian? Atau ajang pengcopypaste-an? Yang baca nanti siapa? Hanya segelintir orang yang hendak menulis skripsi juga sebagai bahan rujukan? Lebur kedalam sistem? Lalu apa istimewanya? Dalam hal ini aku lebih memlilih ujian lisan. Tiba-tiba Aku jadi ingin sebuah ‘kursi’. Tapi bukan ‘kursi’ yang ‘dibeli’ melainkan didapat karena skill dan kejujuran. Begitu banyak orang menjajakan ‘kursi’ apalagi saat ini. 9 April 2014 puncaknya. Jadi penasaran, siapa yang paling banyak ‘membeli kursi’. Semoga yang dapat ‘kursinya’ adalah orang yang Pendidikan Strata satunya lebih dari empat tahun. Aku berharap enam tahun atau lebih.  Setidaknya dia nanti ada niat untuk menghapuskan yang namanya SKRIPSI.
31/03/2014

20.30

Tidak ada komentar:

Posting Komentar